Selamat Ulang Tahun, Pah

image

Hari ini, tepat 51 tahun yang lalu Tuhan melahirkan lelaki hebat ke dunia. Lelaki yang selalu setia dan mencitai keluarganya. Lelaki yang sempurna sebagai suami bagi istrinya. Lelaki yang sempurna sebagai ayah bagi anak-anaknya. Lelaki yang menjadi kiblat sosok suami idaman bagi putri-putrinya. Lelaki yang menjadi kiblat sosok suami di masa yang akan datang bagi putranya.

Ya, tepat 51 tahun yang lalu Tuhan melahirkanmu ke dunia, Pah.

Aku adalah salah satu dari banyak orang yang mendoakanmu di hari bahagia ini. Ibu sepertinya jauh lebih bahagia dan tak henti mengucap syukur telah dipersatukan Tuhan dengan lelaki sehebatmu. Aku, teteh, aa tak kalah berterimakasih kepada Tuhan telah menjadikan kami anak yang paling beruntung mempunyai ayah sehebatmu.

Hari ini, ku ucap banyak doa kepada Tuhan. Tuhan, panjangkan usia lelaki ini, sehatkan dia, berkahi ia rizki yang barakah, pertahankan selalu senyum dan tawanya, tegarkan selalu jiwa raganya, kuatkan selalu imannya, teguhkan selalu pendiriannnya, tuntun kami untuk selalu membahagiakannya. Tuhan, terimakasih telah melahirkan lelaki terhebat ini ke dunia, terimakasih telah menyatukan kami dalam satu keluarga yang luar biasa yang dikemudikan oleh lelaki yang  jauh luar biasa.

Pah, terimakasih untuk cinta yang tak pernah berkesudahan, untuk kasih sayang yang tak pernah mereda, untuk segala tenaga dan keringat usahamu menghidupi kami sekeluarga. Pah, terimakasih telah menjadi sosok ayah yang luar biasa, terimakasih telah memberi kami kehidupan yang indah tanpa sedikitpun merasa kekurangan meski tanpa kekayaan harta dunia yang berlimpah, terimakasih tak terhingga untukmu, untuk segalanya, untuk semuanya.

Teruntuk lelaki terhebat yang akan selalu menjadi nomor satu untukku,  teruntuk lelaki yang hati dan bibirnya selalu mengucap doa untukku, selamat ulang tahun. I love you. Aku tahu, kasihmu tak akan pernah menua :)

-Windi Dwirexsi-

View text
  • 4 hours ago
  • 1
View photo
  • 1 day ago
  • 21984
View photo
  • 1 day ago
  • 2906
View photo
  • 1 day ago
  • 9635

Katanya

Kemarin ada seseorang yang berkata seperti kepadaku, “Win, orang yang deket dengan kita atau orang yang kita sayang sebenarnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyakiti kita”.

Saya hanya membalasnya dengan senyum tanpa berkata apapun. Setelah sampai rumah, saya mentelaah perkataannya. Setelah saya pikir cukup keras ternyata itu ada benarnya. Sebagai contoh, misal nih ya, kamu punya orang yang udah jauh atau sudah sama-sama udah merasa asing, orang itu siapa? Biasanya nih, orang itu dulunya kalau engga temen deket kamu ya paling mantan kamu. Bener ga? Gatau juga deh ya mihihi.

Ya inti yang bisa saya ambil dari pendapat dia, setiap orang sebenarnya punya kesempatan yang sama dalam hal sakit-menyakiti. Bedanya kalau orang yang deket sama kita dia biasanya lebih tau apa yang kita ga suka, jadi kalau dia ada niatan nyakitin mungkin dia lebih tau caranya. Atau mungkin karena kedekatan kita sama dia, alhasil kita terlalu memperlihatkan sifat asli kita yang awalnya kita kira akan bisa dia terima dan ternyata tidak sehingga dia malah balik membenci kita dan membuat kita sakit hati.

Ah entahlah, intermezo aja ko ini :)

View text
  • 1 week ago

Aku tidak suka membicarakan sesuatu yang -maaf- tidak penting. Aku pernah menemukan kata ini, dari kak Tia kalau tidak salah. Salah satu kakak kelasku di kampus; lebih baik menghabiskan waktu dengan benda mati yang menghidupkan daripada menghabiskan waku kita dengan benda hidup yang mematikan.

masgun- (via dokterfina)
View quote
  • 1 week ago
  • 55
View photo
  • 1 week ago
  • 140
x